Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Mourinho 99,9% di Inter

Milan - Tawaran Real Madrid diakuinya sedikit menggoda. Tapi, walaupun tidak genap seratus, Jose Mourinho menyatakan dirinya 99,9 persen akan tetap menukangi Inter Milan musim depan.

Mourinho diisukan akan meninggalkan Giuseppe Meazza setelah kandidat presiden baru Real Madrid, Florentino Perez, sempat mengontaknya untuk berpindah pelabuhan ke Santiago Bernabeu.

"Jujur saja, Real Madrid sebuah godaan kecil," ungkap pelatih top asal Portugal itu dalam jumpa pers hari Sabtu (23/5/2009), menjelang pertandingan ke-37 Inter di musim ini, bertandang ke markas Cagliari.

"Tapi saya yakin 99,9%, saya akan bertahan di bench Inter. Saya punya kontrak dengan Inter dan tak ingin membahasnya lagi. Saya pernah membuat sebuah kesalahan di masa lalu, ketika saya bilang saya yakin 100 persen, padahal selalu ada 0,1 persen yang di luar kehendak kita."

"Syukurlah, saya mengatakan 99,9 persen, dan bukannya 99. Kalau tidak, pasti akan ada kontroversi lebih banyak lagi!" sambungnya, dikutip dari Channel4.

"Di masa lalu saya pernah menampik Real. Saya pernah dua kali meraih gelar bersama Chelsea, dan waktu itu saya ingin terus. Saya tak kuasa menolaknya karena saya membuat keputusan dengan hati."

Sebelumnya Mourinho mengungkapkan ambisinya meraih titel juara di tiga liga terbesar Eropa. Setelah Premier League dan Seri A, ia berencana melakukannya di La Liga. Tapi kapan, ia tidak ingin terburu-buru.

"Saya tidak menyembunyikan apa-apa dan bilang begitu pada presidenku (Massimo Moratti). Saya seperti ini. Lebih gampang tidak ngomong apa-apa, meskipun saya cenderung mengemukakannya. Ini sama seperti saya menyukai kejujuran pemain-pemain saya ketimbang membacanya dari surat kabar," tambah pria 46 tahun itu. ( a2s / roz )
READ MORE - Mourinho 99,9% di Inter

Capres Debat Soal Budaya, SBY Belum Pastikan Hadir

Jakarta - Hari ini dijadwalkan ketiga pasangan capres-cawapres akan berdebat dengan budayawan. Untuk sesi pertama, pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo dijadwalkan pukul 10.30-12.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru Jakarta Pusat.

Mega dan Prabowo akan berdebat dengan lima panelis yaitu Thamrin Amal Tomagola, Sapardi Joko Damono, Nono Anwar Makarim, Budi Dharma dan Radhar Panca Dahana.

Di sesi kedua Jusuf Kalla dan Wiranto akan tampil pada pukul 14.30-16.30 WIB dengan panelis Yudi Latif, Syafii Maarif, Putu Wijaya, Daud Yusuf, dan Edi Sediawati.

Sedang di sesi ketiga, SBY dan Boediono akan dipandu oleh panelis Taufik Ismail, Para Kitri Tahi Simbolon, Taufik Abdullah, Komarudin Hidayat dan Radhar Panca Dahana.

"Dari ketiga pasangan capres-wapres tersebut baru SBY yang belum bisa memutuskan apakah akan bisa datang atau tidak," ujar salah satu panitia, Bambang Prihadi, di Gedung GKJ, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2009).

"Nanti setelah pukul 12.00 WIB pihak SBY akan mengkonfirmasi apakah akan datang atau tidak," imbuhnya.

Acara ini, lanjut Bambang bertujuan untuk memperjuangkan tegaknya hak ekspresi, hak kultural, hak pekerja teater di seluruh NKRI yang sejalan dengan deklarasi HAM dan perjanjian internasional tentang ekonomi, sosial dan budaya.
READ MORE - Capres Debat Soal Budaya, SBY Belum Pastikan Hadir

Tiru Soekarno, Mega Akan Genjot Kebudayaan Nasional

Jakarta - Megawati punya cara jitu untuk meningkatkan penghargaan akan kebudayaan nasional. Dia akan meniru program ayahnya, Soekarno yang mempunyai Trisakti untuk kebudayaan.

"Saya akan menjalankan satu dari tri sakti yang telah dibuat Soekarno yaitu kepribadian di bidang kebudayaan, kita harus bisa menampilkan seni kita sendiri yang makin terpuruk," kata Mega dalam dialog dengan budayawan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2009).

Mega menjelaskan, kebudayaan nasional, bila tidak dilindungi akan semakin terpuruk. "Untuk itu perlu perlindungan yang mengikat seperti UU HAKI," tambahnya.

Mega juga menyampaikan kurangnya jangka waktu untuk mengurus kebudayaan. Di mana seorang presiden terbatas term yang hanya diberi waktu hanya 5 tahun.

"Padahal kita punya visi dan misi. Visi itu panjang, tidak hanya dalam jangka waktu 5 tahun tetapi bisa dalam waktu 50 tahunan," tambahnya.

Misalnya, pada zamannya Soekarno dicanangkan pembangunan semesta, lalu pada zamannya Soeharto ada GBHN.

"Untuk itu kita harus bisa menangkal hal tersebut dengan kembali meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk nasionalisme kita dengan demikian kita bisa menangkal setiap kebudayaan yang masuk ke negara kita," tambahnya.
READ MORE - Tiru Soekarno, Mega Akan Genjot Kebudayaan Nasional

Serikat Pekerja Transportasi Bulat Dukung JK-Wiranto

Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia secara bulat mendukung pencalonan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto dalam Pilpres 2009 mendatang. Dukungan ini diputuskan dalam Rapimnas yang belum lama ini mereka selenggarakan.

"Putusan ini berdasarkan hasil Rapimnas untuk memenangkan dan mendukung pasangan JK-Wiranto untuk Periode 2009-2014," ujar Ketua Serikat Federasi Pekerja Transportasi Indonesia, John Simangura ketika bertemu dengan JK di Posko Golkar, Slipi II, Jl Ki Mangun Sarkoro, Jakarta, Minggu (24/5/2009).

Saat menemui mereka, JK berjanji akan memperbaiki sistem transportasi sehingga pelaku usaha bidang transportasi dapat memperoleh hasil yang maksimal.

"Perbaikan sistem transportasi, mengurangi kemacetan agar perjalanan lancar sehingga setoran tidak habis oleh bensin," kata JK.

"Pendapatan pun bisa meningkat," pungkas JK.
READ MORE - Serikat Pekerja Transportasi Bulat Dukung JK-Wiranto

Layang-layang Sebagai Pembangkit Listrik

Layang-layang memang hanya mainan. Tapi jangan remehkan, sebab di masa depan mainan ini justru akan jadi pembangkit energi. Saat angin bertiup kencang dan layang-layang dikaitkan ke generator, maka kita bisa menikmati listriknya.

“Ini lebih sederhana dari turbin angin yang membutuhkan begitu banyak materi,” jelas pakar energi Moritz Diehl dari Catholic University di Leuven, Belgia. “Dengan menghemat materi, artinya lebih ekonomis.” Biaya yang diperlukan membuat pembangkit listrik dari layang-layang hanya seperempat dari kincir angin.

Hemat Biaya

Faktor utama dalam memanfaatkan angin sebagai energi adalah mengetahui apakah tekanannya akan memperkuat kecepatan objek yang bergerak relatif bersamanya. Untuk alasan ini, kincir angin memang menghasilkan tekanan lebih kuat, yakni 8-10 kali lipat kecepatan angin.

Sedangkan layang-layang mampu menghasilkan energi yang sama kuat dengan tekanan angin jika tidak didukung struktur khusus. Ini disebabkan layang-layang memancarkan tekanan melalui jalurnya langsung. Kecepatan itu juga sangat tergantung pada kecepatan angin. Diehl bersama timnya telah melakukan pemodelan pembangkit listrik tenaga layang-layang dan terbukti pembangkit ini cukup andal

Dengan terus menerus memompa sebuah layangan, Diehl dan kawan-kawannya berhasil menghasilkan listrik sebesar 5 megawat dari layangan seluas 500 meter persegi dengan panjang tali 1,3 kilometer. Selain hemat biaya, menurut Dhiel, layangan bisa menjangkau ketinggian lebih tinggi daripada kincir angin. Makin tinggi lokasinya, makin besar pula tekanan anginnya dan makin besar energi yang dihasilkan.

Kendala

Sementara itu tim ilmuwan dari Delft University of Technology di Belanda juga menciptakan ide serupa. Hanya mereka menerbangkan sejumlah besar layang-layang sekaligus dalam satu jalur seluas 10 kilometer di angkasa. Sistem ini sama kinerjanya dengan roda air. Sistem yang dinamakan Laddermill ini mampu menghasilkan listrik sebesar 100 megawat.

Semua ide tersebut memang cukup cemerlang, hanya tak semudah itu untuk mengomerslkannya. Masih ada beberapa kelemahan, seperti layang-layang bersifat tidak stabil. “Layang-layangnya kelamaan akan berukuran tambah besar dan banyak, dan bisa menelurkan masalah kebutuhan materi dan daya tahan,” komentar Bernhard Hoffschmidt dari Solar-Institute Jülich di Aachen University in Germany.

READ MORE - Layang-layang Sebagai Pembangkit Listrik

Facebook-an Berlebihan Diharamkan Ponpes se Jawa-Madura










Kediri
- Boomingnya layanan situs jejaring sosial, seperti facebook, friendster maupun chatting untuk menjalin hubungan pertemanan diam-diam diawasi oleh ulama.

Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran.

Pernyataan ini sesuai dengan hasil pembahasan dalam Forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang dilaksanakan sejak 2 hari yang lalu.

"Ini merupakan hasil pembahasan terakhir yang kami lakukan semalam. Intinya, larangan ini kami keluarkan sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam ketentuan agama," kata salah satu anggota perumus Komisi C FMP3, Masruhan saat ditemui detiksurabaya.com di Pondok Pesantren Lirboyo, Jum'at (22/5/2009).

Dijelaskan oleh Masruhan, larangan tersebut ditekankan adanya hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Apabila hubungan pertemanan spesial tersebut dilakukan mengenal karakter seseorang dalam kerangka ingin menikahi dengan keyakinan keinginannya akan mendapatkan restu dari orang tua, hal tersebut tetap diperbolehkan.

"Di sini yang dilarang apabila penggunan facebook hanya untuk mencari jodoh dan mengenal karakternya dan tidak dalam proses khitbah (pinangan atau lamaran)," jelas Masruhan.

Dalam penentuan pernyataan tersebut, FMP3 menggunakan sejumlah dasar. Antara lain Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya' Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausiyah dari ulama besar.

"Intinya yang kami hasilkan ini sesuai dengan ketentuan dalam agama, yang secara tegas sudah menyebutkan hubungan pertemanan speSial tanpa ada maksud keseriusan diharamkan," ungkap Masruhan.

Dijadikannya penggunaan layanan jejaring sosial sebagai pembahasan dalam forum Bahtsul Masail, dijelaskan Masruhan dikarenakan penggunaannya sudah dianggap sangat mengkhawatirkan. Pertemanan dalam facebook oleh masyarakat, sejauh ini dianggap lebih sering dilakukan dengan sifat tidak serius.

Secara terpisah juru bicara forum Bahtsul Masail FMP3, Nabil Haroen menegaskan, dalam pengambilan keputusan tersebut pihaknya menggunakan dasar yang berbeda dengan dasar yang digunakan oleh forum lain.

"Seperti MUI kalau memiliki dasar lain dengan keputusan yang berbeda kami tidak dapat menyalahkan. Kami hanya menjalankan kewajiban seorang muslim untuk saling mengingatkan, dengan tidak ada maksud menekan," kata Nabil.

Ditegaskan Nabil, hukum haram yang dikeluarkan pihaknya hanya untuk penggunaan facebook untuk hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Layanan jejaring sosial semacam friendster dan facebook tetap dinyatakan halal bila dipergunakan sesuai manfaat dan kegunaannya.

"Kami juga harapkan, pernyataan ini bisa dijadikan pelajaran bagi owner facebook atau friendster, agar mereka lebih selektif serta menggunakan kontrol ketat terhadap penggunaannya," papar Nabil.
READ MORE - Facebook-an Berlebihan Diharamkan Ponpes se Jawa-Madura

Dicari, Keluarga Jenazah Bergigi Palsu













Magetan
- Tim disaster victim identification (DVI) Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 1 jenazah perempuan korban Hercules C 130 jatuh. Jenazah itu mempunyai ciri-ciri berupa gigi palsu pada rahang atas.

"Kami dari tim DVI memeriksa jenazah seorang perempuan dewasa yang menggunakan gigi palsu," ujar salah satu anggota tim DVI Kompol dr Heri Wijatnoko kepada wartawan di depan ruang jenazah RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5/2009).

Menurut Heri, gigi palsu perempuan itu terletak di bagian depan kiri atas dan belakang. Pada gigi palsu itu terdapat kawat di bagian kanan dan kiri. Gigi itu dipasang tidak permanen.

Tim DVI Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar dapat menghubungi tim DVI di nomor telepon/fax 0351-869705, HP 0351-7867835 dan UGD Lanud Iswahyudi di 0351-401134.

"Kami mohon kalau ada masyarakat yang kehilangan segera menghubungi nomor telepon atau faks ke tim kami. Kalau bisa membawa medical record-nya," katanya.

Pantauan detikcom, tim DVI Jatim yang dibantu dari Tim DVI Jateng dan Mabes Polri terus bekerja mengidentifikasi para jenazah yang masih berada di ruang jenazah Lanud Iswahyudi. Saat ini masih 14 jenazah yang diidentifikasi.
READ MORE - Dicari, Keluarga Jenazah Bergigi Palsu

Jatuhnya Hercules di Magetan Jadi Obyek Wisata Dadakan














Magetan
- Lokasi jatuhnya pesawat Hercules C 130 di Desa Ngeplak, Magetan yang menewaskan puluhan orang menjadi tempat wisata dadakan. Desa yang sunyi senyap tersebut diserbu para wisatawan domestik.

Sejak pagi, Kamis (21/5/2009) jalan kampung dipenuhi oleh kendaraan roda dua. Kemacetan pun tidak bisa terelakkan. Petugas kepolisian pun turun tangan untuk mengatasi kepadatan di kawasan tersebut.

Pantauan detiksurabaya.com kemacetan mencapai 2 km, dari lokasi kejadian hingga keluar perkampungan di Jalan Raya Karang Rejo yang menghubungkan Kecamatan Karang Rejo dan Kecamatan Karas dan Kecamatan Panean. Jalanan ke lokasi kejadian pun diberlakukan satu arah.

Warga yang datang ke lokasi berasal dari luar Magetan seperti Ngawi, Madiun dan Ponorogo. Warga baru bisa melihat bangkai pesawat nahas tersebut harus berjalan sejauh 75 meter.

Salah satu warga Antok dari Ponorogo mengatakan dirinya datang ke lokasi kejadian karena penasaran ingin melihat pesawat yang menewaskan orang tersebut. "Penasaran jadi ingin melihat dari dekat," ungkapnya.

Banyaknya warga yang datang ke lokasi juga memunculkan parkir dadakan. Satu kendaraan ditarik sebesar Rp 2.000 per motor. Selain munculnya parkir dadakan juga muncul warung dadakan. Warung yang menjual makanan, minuman hingga mainan anak-anak ini ramai diserbu oleh para pengunjung.

Agus warga Ngawi mengaku menjual mainan anak-anak dan minuman mulai pukul 09.00 WIB dengan harapan bisa menaikkan omzet penjualannya. "Lumayan laku," tuturnya.
READ MORE - Jatuhnya Hercules di Magetan Jadi Obyek Wisata Dadakan

Implikasi Politik Jatuhnya Hercules







Pesawat TNI AU yang jatuh dan terbakar di areal persawahan Desa Geplak, Kecamatan Karas Magetan itu, dikemudikan pilot Mayor Danu, dan co pilot Kapten Younan. Sampai saat ini, dilaporkan pesawat mengangkut 120 penumpang, 93 orang di antaranya meninggal dunia dan yang lainnya luka-luka.

Peristiwa ini, tentu saja mengenaskan. Apalagi, sepanjang bulan ini saja, tak hanya sekali ini Hercules TNI-AU bermasalah. Sebelumnya, pesawat C-130 Hercules juga mengalami kecelakaan saat mendarat di Lanud Sentani, Papua. Untungnya, di sini, tak ada korban jiwa.

Kecelakaan, apalagi yang menimpa pesawat milik TNI, tentu memiliki banyak implikasi. Salah satunya, bisa pula mempunyai implikasi politik terhadap sang presiden incumbent. Ini bisa jadi amunisi bagi lawan politiknya mengingat seringnya terjadi bencana penerbangan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Jatuhnya pesawat itu merupakan rangkaian musibah yang terjadi di era kepresidenan SBY. Para pengamat politik melihat isu ini menjadi beban yang bisa menyulitkan SBY, meski semua sudah takdir Yang Maha Kuasa.

Buku berjudul ‘Bencana Bersama SBY’ yang ditulis budayawan Betawi, Ridwan Saidi, menyingkap ratusan bencana yang menimpa Indonesia sepanjang kepemimpinan SBY. Ridwan menyatakan, semua pihak, termasuk rakyat, harus merenungkan mengapa begitu banyak bencana di republik ini.

“Tak perlu menuding lagi, tapi mari renungkan dan berdoa,” kata Ridwan, mantan politisi PPP itu. “Tak usah diterawang. Itu sudah jelas jadi bukti bahwa sepanjang pemerintahan SBY, banyak bencana datang,” ujar Permadi, paranormal yang juga politisi Partai Gerindra.

Bencana yang terjadi sepanjang kepemimpinan SBY diawali dengan terjadinya kecelakaan tabrakan beruntun di tol Jagorawi, November 2004 lalu. Dalam insiden itu tercatat enam mobil bertabrakan yang menewaskan 6 orang dan 10 orang luka-luka.

Kemudian terjadi juga gempa yang menimbulkan tsunami di Aceh, hilangnya pesawat AdamAir, gempa Yogyakarta, hingga jebolnya tanggul Situ Gintung dan jatuhnya Hercules milik TNI AU di Magetan kemarin.

Pesawat TNI AU Hercules C-130 A-125 yang jatuh di Magetan ini menewaskan seorang perwira tinggi TNI AU. Dia adalah Marsekal Pertama Harsono yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) IV Biak Irian Jaya.

Jatuhnya Pesawat Hercules di Magetan, tampaknya membuat duka dan kepanikan di kalangan anggota TNI AU. Mereka pun melarang wartawan mengabadikan peristiwa itu. Bahkan sejumlah wartawan sempat disekap dalam salah satu rumah penduduk.

Gambaran situasi atas musibah ini memang mengenaskan dan penuh duka serta menimbulkan kepanikan dan implikasi tak terduga. “'Para pimpinan TNI AU dan anggotanya di lapangan sebaiknya bersikap sabar, terbuka dan berkomunikasi dengan para wartawan untuk kebaikan bersama. Agar ada transparansi dan akuntabilitas dalam menginformasikan musibah pesawat di Magetan ini,” ungkap Tisnaya Kartakusuma, pemerhati sosial-politik jebolan UI dan Sorbonne. [I4]

READ MORE - Implikasi Politik Jatuhnya Hercules